AKHLAK , ETIKA , DAN MORAL
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kita rahmat dan Kesempatan sehingga Penulis dapat menyelesaikan Materi yang
berjudul “ Akhlak , Etika , dan Moral .
Penulis Menyadari dalam Materi masih penuh dengan kekurangan , namun
meskipun demikian Penulis berharap agar Materi ini dapat menjadi bahan
referensi dalam proses belajar mengajar`
Terakhir , Penulis meminta dengan sangat abila terdapat kekuarangan ,
untuk diberikan kritik dan saran agar Materi ini bisa lebih baik nantinya .
Jakarta
, 28 November 2014
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................
2
Daftar
Isi.................................................................................................................
3
1.Akhlak
Pengertian Akhlak...........................................................................................
4
Ciri-Ciri Perbuatan
Akhlak...........................................................................
4
Macqm Macam Akhlak...................................................................................
5
Jenis-Jenis
akhlak............................................................................................
6
Faktor-faktor pembentuk akhlak...................................................................
6
Kedudukan Akhlak Dalam Islam.................................................
7
Kharakteristik Akhlak
Islam..........................................................................
8
2.Etika
Pengertian
Etika...............................................................................................
9
Butir-butir
Etika Islam....................................................................................9
Peranan Atau Fungsi
Etika............................................................................10
3.Moral
Pengertian
Moral..............................................................................................10
Keterkaitan Etika,
Moral, dan Akhlak.......................................................... 11
Manfaat etika, moral dan akhlak dalam kehidupan....................................
11
Perbedaan Akhlak, Moral, dan Etika............................................................
12
Penutup
Kesimpulan......................................................................................................
13
Saran................................................................................................................
14
1.AKHLAK
A. Pengertian Akhlak
Akhlak berasal dari bahasa arab “akhlaq” yang merupakan
bentuk jamak dari “khuluq”. Secara bahasa “akhlak” mempunyai arti budi
pekerti , tabiat, dan watak. Dalam kebahasaan akhlak sering disinonimkan dengan
moral dan etika. Menurut istilah yang dijelaskan oleh Ibnu Maskawih “akhlak
adalah perilaku jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan
tanpa melalui pertimbangan”.
Menurut Abdul hamid yusuf akhlak adalah ilmu yang memberikan keterangan
tentang perbuatan yang mulia dan memberikan cara-cara untuk melakukannya.
(Mahjuddin, 2004: 9), sedangkan menurut Ja’ad maulana “akhlak adalah ilmu yang
menyelidiki gerak jiwa manusia, apa yang dibiasakan mereka dari
perbuatan dan perkatan dan menyingkap hakikat-hakikat baik dan buruk”.
(Zahruddin, 2000: 6). Akhlak menurut Ahmad amin adalah kehendak yang biasa dilakukan.
Artinya segala sesuatu yang kehendak yang terbiasa dilakukan, disebut akhlak.
(Amin, 1995: 62).
Sementara itu, Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) ,mengatakan
akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam
perbuatan dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan.
B.
Ciri-Ciri Perbuatan Akhlak:
1) Tertanam kuat dalam jiwa seseorang
sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2) Dilakukan dengan mudah tanpa
pemikiran.
3) Timbul dari dalam diri orang yang
mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan
dari luar.
4) Dilakukan dengan sungguh-sungguh.
5) Dilakukan dengan ikhlas.
C. Macam-Macam Akhlak
1. Akhlak kepada Allah
a) Beribadah kepada Allah, yaitu
melaksanakan perintah Allah untuk menyembahNya sesuai dengan perintah-Nya. Seorang muslim
beribadah membuktikanketundukkan terhadap perintah Allah.
b) Berzikir kepada Allah, yaitu
mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi,baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati. Berzikir
kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.
c) Berdo’a kepada Allah, yaitu
memohon apa saja kepada Allah. Do’a merupakan inti ibadah, karena ia merupakan pengakuan akan
keterbatasan dan ketidakmampuan manusia, sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah terhadap segala
sesuatu
d) Tawakal kepada Allah, yaitu
berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu
keadaan.
e) Tawaduk kepada Allah, yaitu rendah
hati di hadapan Allah. Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan
Allah Yang Maha Kuasa, oleh karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh
dan sombong, tidak mau memaafkan orang
lain, dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.
2. Akhlak kepada diri sendiri
a) Sabar, yaitu prilaku seseorang
terhadap dirinya sendiri sebagai hasil daripengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang
menimpanya.Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan ketika ditimpa
musibah.
b) Syukur, yaitu sikap berterima
kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. Syukur diungkapkan dalam bentuk
ucapan dan perbuatan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah, sedangkan syukur dengan
perbuatan dilakukan dengan menggunakan
dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya.
c) Tawaduk, yaitu rendah hati, selalu
menghargai siapa saja yang dihadapinya, orang tua, muda, kaya atau miskin. Sikap tawaduk melahirkan
ketenangan jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak
menyenangkan orang lain.
3. Akhlak kepada keluarga
Akhlak terhadap keluarga adalah
mengembangkann kasih sayang di antara anggota keluarga yang diungkapkan dalam bentuk komunikasi.
Akhlak kepada ibu bapak adalah berbuat baik kepada keduanya dengan ucapan dan perbuatan. Berbuat baik kepada ibu
bapak dibuktikan dalam bentuk-bentuk
perbuatan antara lain :
a) Menyayangi dan mencintai ibu bapak
sebagai bentuk terima kasih dengan cara bertutur kata sopan dan lemah
lembut
b) Mentaati perintah
c) Meringankan beban, serta
d) Menyantuni mereka jika sudah tua
dan tidak mampu lagi berusaha.
4. Akhlak kepada sesama manusia
Akhlak Terhadap Sesama Manusia,
1) Merajut Ukhuwah atau Persaudaraan
2) Ta’awun atau saling tolong menolong
3) Suka memaafkan kesalahan orang lain
4) Menepati Janji
D. Jenis
Jenis Akhlak terbagi atas 2 :
a) Akhlak terpuji (Mahmudah)
1) Husnuzan
Berasal dari lafal husnun (baik) dan
Adhamu (Prasangka). Husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik. Lawan kata husnuzan
adalah suuzan yakni berprasangka buruk terhadap seseorang . Hukum kepada Allah dan rasul nya
wajib, wujud husnuzan kepada Allah dan Rasul-Nya antara lain:
- Meyakini dengan sepenuh hati bahwa
semua perintah Allah dan Rasul Nya Adalah untuk kebaikan manusia.
- Meyakini dengan sepenuh hati bahwa
semua larangan agama pasti berakibat buruk.
Hukum husnuzan kepada manusia mubah
atau jaiz (boleh dilakukan). Husnuzan kepada sesama manusia berarti menaruh kepercayaan bahwa dia telah berbuat suatu
kebaikan. Husnuzan berdampak positif
berdampak positif baik bagi pelakunya sendiri maupun orang lain.
2) Tawaduk
Tawaduk berarti rendah hati. Orang
yang tawaduk berarti orang yang merendahkan diri dalam pergaulan. Lawan kata tawaduk adalah takabur.
3) Tasamu
Artinya sikap tenggang rasa, saling
menghormati dan saling menghargai sesama manusia.
4) Ta’awun
Ta’awun berarti tolong menolong,
gotong royong, bantu membantu dengan sesama manusia.
b) Akhlak tercela (Mazmumah)
1) Hasad
Artinya iri hati, dengki. Iri berarti
merasa kurang senang atau cemburu melihat orang lain beruntung..
2) Dendam
Dendam yaitu keinginan keras yang
terkandung dalam hati untuk membalas kejahatan.
3) Gibah dan Fitnah
Membicarakan kejelekan orang lain
dengan tujuan untuk menjatuhkan nama baiknya. Apabila kejelekan yang dibicarakan tersebut memang dilakukan orangnya dinamakan gibah.
Sedangkan apabila kejelekan yang dibicarakan
itu tidak benar, berarti pembicaraan itu disebut fitnah.
4) Namimah
Adu domba atau namimah, yakni menceritakan
sikap atau perbuatanseseorang yang belum tentu benar kepada orang lain dengan maksud terjadi perselisihan
antara keduanya.
E. Faktor-faktor pembentuk
akhlak
A. Instinct (naluri)
·
Nutritive instinct (Naluri makan sejak lahir)
·
Sexual istinct (naluri berjodoh)
·
Paternal instinct (naluri keibuan dan kebapakan)
·
Combative instinct (naluriberjuang)
·
Naluri bertuhan
B.
Adat/Kebiasaan
Adat/Kebiasaan adalah
setiap tindakan dan perbuatan seseorang yang
dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Abu Bakar Zikir
berpendapat: perbuatan manusia, apabila
dikerjakan secara berulang-ulang sehingga mudah melakukannya, itu dinamakan adat kebiasaan.
C. Wirotsah (keturunan)
Warisan adalah:
Berpindahnya sifat-sifat tertentu dari pokok (orang tua) kepada cabang (anak keturunan). Sifat-sifat asasi anak
merupakan pantulan sifat-sifat asasi
orang tuanya. Kadang-kadang anak itu mewarisi sebagian
besar dari salah satu sifat orang tuanya.
D. Milieu
Artinya suatu yang
melingkupi tubuh yang hidup meliputi tanah dan udara
sedangkan lingkungan manusia, ialah apa yang mengelilinginya, seperti negeri, lautan, udara, dan
masyarakat. milieu ada 2 macam:
1) Lingkungan Alam
Alam yang melingkupi
manusia merupakan faktor yang mempengaruhi
dan menentukan tingkah laku seseorang. Lingkungan alam mematahkan atau mematangkan pertumbuhn bakat yang dibawa oleh seseorang. Pada zaman Nabi Muhammad
pernah terjadi seorang badui yang
kencing di serambi masjid, seorang sahabat membentaknya tapi nabi melarangnya. Kejadian diatas dapat menjadi contoh bahwa badui yang menempati lingkungan yang jauh dari masyarakat luas tidak
akan tau norma-norma yang berlaku.
2) Lingkungan pergaulan
Manusia hidup selalu
berhubungan dengan manusia lainnya. Itulah sebabnya
manusia harus bergaul. Oleh karena itu, dalam pergaulan akan saling mempengaruhi dalam fikiran, sifat,
dan tingkah laku. Contohnya Akhlak
orang tua dirumah dapat pula mempengaruhi akhlak anaknya, begitu juga akhlak anak sekolah dapat terbina
dan terbentuk menurut pendidikan yang
diberikan oleh guru di sekolah.
F. Kedudukan Akhlak Dalam Islam
Akhlak mempunyai kedudukan yang paling
penting dalam agama Islam. Antaranya:
1.
Akhlak dihubungkan dengan tujuan risalah Islam atau antara perutusan
utama Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Sesungguhnya aku
diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Pernyataan Rasulullah itu
menunjukkan pentingnya kedudukan akhlak dalam Islam.
2.
Akhlak menentukan kedudukan seseorang di akhirat nanti yang mana akhlak
yang baik dapat memberatkan timbangan amalan yang baik. Begitulah juga
sebaliknya. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Tiada sesuatu yang lebih
berat dalam daun timbangan melainkan akhlak yang baik.”
3.
Akhlak dapat menyempurnakan keimanan seseorang mukmin. Sabda Rasulullah
saw yang bermaksud: “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang
paling baik akhlaknya.”
4.
Akhlak yang baik dapat menghapuskan dosa manakala akhlak yang buruk
boleh merosakkan pahala. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Akhlak yang baik
mencairkan dosa seperti air mencairkan ais (salji) dan akhlak merosakkan amalan
seperti cuka merosakkan madu.”
5.
Akhlak merupakan sifat Rasulullah saw di mana Allah swt telah memuji
Rasulullah kerana akhlaknya yang baik seperti yang terdapat dalam al-Quran,
firman Allah swt yang bermaksud: “Sesungguhnya engkau seorang yang memiliki
peribadi yang agung mulia).” Pujian allah swt terhadap RasulNya dengan akhlak
yang mulia menunjukkan betapa besar dan pentingnya kedudukan akhlak dalam
Islam. Banak lagi ayat-ayat dan hadith-hadith Rasulullah saw yang menunjukkan
ketinggian kedudukan akhlak dan menggalakkan kita supaya berusaha menghiasi
jiwa kita dengan akhlak yang mulia.
6.
Akhlak tidak dapat dipisahkan dari Islam, sebagaimana dalam sebuah
hadith diterangkan bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai
Rasulullah, apakah itu agama?” Rasulullah menjawab: “Akhlak yang baik.”
7.
Akhlak yang baik dapat menghindarkan seseorang itu daripada neraka
sebaliknya akhlak yang buruk menyebabkan seseorang itu jauh dari syurga. Sebuah
hadith menerangkan bahawa, “Si fulan pada siang harinya berpuasa dan pada
malamnya bersembahyang sedangkan akhlaknya buruk, menganggu jiran tetangganya
dengan perkataannya. Baginda bersabda : tidak ada kebaikan dalam ibadahnya, dia
adalah ahli neraka.”
G .KHAREKTERISTIK AKHLAK ISLAM
Secara sederhana akhlak Islami dapat diartikan sebagai akhlak yang
berdasarkan ajaran Islam atau
akhlak yang bersifat Islami. Kata Islam yang berada
di belakang kata akhlak dalam hal menempati posisi sebagai sifat. Dengan demikian akhlak Islami adalah
perbuatan yang dilakukan dengan mudah,
disengaja, mendarah-daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran Islam. Dilihat dari segi sifatnya yang
universal, maka akhlak Islami juga bersifat
universal. Namun dalam rangka menjabarkan akhlak islami yang universal ini diperlukan bantuan pemikiran
akal manusia dan kesempatan sosial yang
terkandung dalam ajaran etika dan moral.
Dengan kata lain akhlak Islami adalah akhlak yang disamping
mengakui adanya nilai-nilai universal sebagai dasar bentuk akhlak, juga
mengakui nilai-nilai bersifat lokal dan temporal sebagai penjabaran atas
nilai-nilai yang universal itu. Namun demikian, perlu dipertegas disini, bahwa
akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika atau moral,
walaupun etika dan moral itu diperlukan dalam rangka menjabarkan akhlak yang
berdasarkan agama (akhlak Islami). Hal yang demikian disebabkan karena etika
terbatas pada sopan santun antara sesama manusia saja, serta hanya berkaitan
dengan tingkah laku lahiriah. Jadi ketika etika digunakan untuk menjabarkan
akhlak Islami, itu tidak berarti akhlak Islami dapat dijabarkan sepenuhnya oleh
etika atau moral.
Ruang lingkup akhlak Islami adalah sama dengan ruang lingkup
ajaran Islam itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan. Akhlak
diniah (agama/Islam) mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap
Allah, hingga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan
benda-benda yang tak bernyawa).
2. ETIKA
A.
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari kata "ethikos",atau “Ethos”,
yang berarti "timbul dari kebiasaan”
Istilah etika dalam ajaran Islam tidak sama dengan
apa yang diartikan oleh para ilmuan barat. Bila etika barat sifatnya
”antroposentrik” (berkisar sekitar manusia), maka etika islam bersipat
”teosentrik” (berkisar sekitar Tuhan). Dalam etika Islam suatu perbuatan selalu
dihubungkan dengan amal saleh atau dosa dengan pahala atau siksa, dengan surga
atau neraka (Musnamar, 1986: 88).
Dipandang dari segi ajaran yang mendasari etika Islam tergolong etika
teologis. Menurut Dr. H. Hamzah Ya’qub pengertian etika teologis ialah yang
menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia, didasarkan atas ajaran
Tuhan. Segala perbuatan yang diperintahkan Tuhan itulah yang baik dan segala
perbuatan yang dilarang oleh Tuhan itulah perbuatan yang buruk (Ya’qub, 1985:
96).
Karakter khusus etika Islam sebagian besar
bergantung kepada konsepnya mengenai manusia dalam hubungannya dengan Tuhan,
dengan dirinya sendiri, dengan alam dan masyarakat (Naquib,1993: 83).
B. Butir-butir
Etika Islam
Butir-butir etika Islam yang dapat diidentifkasikan, antara lain :
1. Tuhan merupakan sumber
hukum dan sumber moral. Kedua hal tersebut disampaikan berupa wahyu melalui
para Nabi dan para Rasul, dikodifikasikan ke dalam kitab-kitab suci Allah.
2. Sesuatu perbuatan adalah baik apabila
sesuai dengan perintah Allah, serta didasari atas niat baik.
3. Kebaikan adalah keindahan ahklak,
sedangkan tanda-tanda dosa adalah perasaan tidak enak, serta merasa tidak
senang apabila perbuatanya diketahui orang banyak.
4. Prikemanusiaan hendaknya berlaku bagi
siapa saja, dimana saja, kapan saja, bahkan dalam perang
5. Anak wajib berbakti kepada orang tuanya
(Musnamar, 1986: 89-93)
B. Etika Dibagi Atas Dua Macam
1. Etika
deskriptif
Etika yang berbicara mengenai suatu
fakta yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan
realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
2. Etika Normatif
Etika yang memberikan penilaian serta
himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai norma yang
berlaku. Mengenai norma norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam
kehidupan sehari hari.
Etika dalam keseharian sering
dipandang sama denga etiket, padahal sebenarnya etika dan etiket merupakan dua
hal yang berbeda. Dimana etiket adalah suatu perbuatan yang harus dilakukan.
Sementa etika sendiri menegaskan bahwa suatu perbuatan boleh atau tidak. Etiket
juga terbatas pada pergaulan. Di sisi yang lain etika tidak bergantung pada
hadir tidaknya orang lain. Etiket itu sendiri bernilairelative atau tidak sama
antara satu orang dengan orang lain. Sementa itu etika bernilaiabsolute atau
tidak tergantung dengan apapun. Etiket memandang manusia dipandang dari segi
lahiriah. Sementara itu etika manusia secara utuh.
Dengan ciri-ciri yang demikian itu,
maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya
menentukan perbuatan yang dilakukan manusia
C. Etika Memiliki Peranan Atau Fungsi
Diantaranya Yaitu:
1. Dengan etika seseorang atau kelompok
dapat mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia
2. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau
kelompok dalam melakukan suatu tindakan
3. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang
kita hadapi sekarang.
4.Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam
menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.
5. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan, santun, dan dengan
etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam
masyarakat.
3.MORAL
A.
Pengertian Moral
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk
tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang
masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat.
Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia
yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk.
Kesadaran moral erta
pula hubungannya dengan hati nurani yang dalam bahasa asing disebut conscience,
conscientia, gewissen, geweten, dan bahasa arab disebut dengan qalb, fu'ad.
Dalam kesadaran moral mencakup tiga hal, yaitu:
1. Perasaan wajib atau keharusan untuk melakukan tindakan yang
bermoral.
2. Kesadaran moral dapat juga berwujud rasional dan objektif,
yaitu suatu perbuatan yang secara umumk dapat diterima oleh masyarakat, sebagai
hal yang objektif dan dapat diberlakukan secara universal, artinya dapat
disetujui berlaku pada setiap waktu dan tempat bagi setiap orang yang berada
dalam situasi yang sejenis.
3. Kesadaran moral dapat pula muncul dalam bentuk kebebasan.
Keterkaitan
Etika, Moral, dan Akhlak
Apabila
etika dan moral dihubungkan maka dapat dikatakan bahwa antara etika dan moral
memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia
untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Tolak ukur yang di
gunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat,
kebiasaan, dan lainnya yang berlaku dimasyarakat.
Menurut Ibnu
Arabi hati manusia itu bisa baik dan buruk, karena di dalam diri manusia
terdapat 3 nafsu :
1.
Syahwaniyah
Nafsu ini ada
pada diri manusia dan binatang yaitu nafsu pada kelezatan (makanan,minuman) dan
syahwat jasmani. Apabila manusia tidak mengendalikan nafsu ini maka manusia
tidak ada bedanya dengan binatang.
1.
Al-Ghadabiyah
Nafsu ini juga
ada pada diri manusia dan binatang , cenderung pada marah, merusak, ambisi dan
senang menguasai dan mengalahkan orang lain serta lebih kuat di banding dengan
syahwaniyah dan berbahaya jika tidak dikendalikan.
1.
Al-Nathiqah
Nafsu yang
membedakan manusia dengan binatang. Nafsu ini mampu membuat berzikir, mengambil
hikmah, memahami fenomena alam dan manusia menjadi agung, besar cita-citanya,
kagum terhadap dirinya hingga bersyukur kepada Allah. Yang menjadikan manusia
dapat mengendalikan 2 nafsu di atas dan membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk
Manfaat etika,
moral dan akhlak dalam kehidupan
·
Menjadikan insan yang
lebih taqwa kepada Allah.
·
Dapat membedakan mana
yang baik dan mana yang buruk.
·
Memperbaiki tingkah laku
manusia untuk menjadi pribadi yang baik.
·
Mengetahui dampak
positif hidup rukun dalam kehidupan.
·
Memahami pentingnya arti
persatuan di dalam kehudipan.
·
Menumbuhkan kesadaran
pribadi untuk membentuk nuansa kebersamaan dalam kehidupan sosial.
·
Dapat berperilaku
mahmudah yaitu berakhlak terpuji dan mampu mennghindari akhlak madzmumah.
Perbedaan Akhlak, Moral, dan Etika
1.Akhlak : standar perenentuan Al-Qur’an dan Al-Hadits
2.Moral : besifat lokal/khusus
3.Etika : lebih bersifat teoritis/umum
Perbedaaan antara etika,
moral, dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan
patokan untuk menentukan baik dan buruk. Jika dalam etika penilaian baik buruk
berdasarkan pendapat akal pikiran, dan pada moral dan susila berdasarkan
kebiasaan yang berlaku umum di masyarakat, maka pada akhlak ukuran yang
digunakan untuk menentukan baik buruk itu adalah al-qur’an dan al-hadis.Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan
seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari.
Inilah yang menjadi misi diutusnya Rasul sebagaimana disabdakannya : “ Aku
hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.”(Hadits riwayat Ahmad).
akumulasi
dari aqidah dan syari’at yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang. Apabila
aqidah telah mendorong pelaksanaan syari’at akan lahir akhlak yang baik, atau
dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila syari’at Islam
telah dilaksanakan berdasarkan aqidah.
Perbedaan lain antara etika, moral dan susila terlihat pula pada
sifat dan kawasan pembahasannya. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis,
maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat praktis. Etika memandang
tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral dan susila bersifat local dan
individual. Etika menjelaskan ukuran baik-buruk, sedangkan moral dan susila
menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan.
Akhlak terbagi atas 2 :Akhlak terpuji
(Mahmudah dan Akhlak tercela (Mazmumah)
etika ialah yang menjadi ukuran baik dan buruknya
perbuatan manusia, didasarkan atas ajaran Tuhan. Segala perbuatan yang
diperintahkan Tuhan itulah yang baik dan segala perbuatan yang dilarang oleh
Tuhan itulah perbuatan yang buruk
Etika Dibagi Atas Dua Macam yaitu
Etika deskriptif dan etika Normatif
Moral merupakan kondisi pikiran,
perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan
buruk.
Perbedaan Akhlak, Moral, dan Etika
1.Akhlak : standar perenentuan Al-Qur’an dan Al-Hadits
2.Moral : besifat lokal/khusus
3.Etika : lebih bersifat teoritis/umum
B. Saran
Dan diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca
maupun penyusun dapat menerapkan etika, moral dan akhlak yang baik dan sesuai
dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak sesempurna Nabi
Muhammad S.A.W, setidaknya kita termasuk kedalam golongan kaumnya.
Daftar Pustaka
Komentar
Posting Komentar