Modul Simulasi dan Permodelan

MODUL
SIMULASI DAN PERMODELAN

DISUSUN OLEH :
ANDI NIKMA SRI HANDAYANI
TAHUN AJARAN 2016/2017



DAFTAR ISI

 


BAB I

KONSEP SIMULASI


Bahasan BAB I : -   Deskripsi Sistem
-     Definisi Simulasi
-     Klasifikasi Model
-     Model Simulasi
-     Alasan penggunaan Simulasi
-     Permasalahan dimana simulasi menjadi alat bermanfaat
Materi :

1.1 Deskripsi Sistem


·         Pada saat seseorang mengangakt sebuah permasalahan dari sebuah sistem, maka orang tersebut akan menemukan banya permasalahan, bahasan itu kemudian disederhanakan lalu dipilah sesuai kebutuhan data dari sistem.
·         Kenali perilaku data tersebut dan kembangkan batas ruang pengembangan dari sistem yang akan diproses.
·         Dapat disimpulkan bahwa sistem adalah media atau ruang yang didukung oleh komponen yang saling terkait satu sama lain dan dibatasi oleh aturan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu.
·         Sistem dapat pla didefinisikan sebagai sekumpulan atau himpunan yang saling ebrinteraksi yang secara bersama sama menuju kearah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

1.2 Definisi Simulasi


·         Definisi simulasi menurut para ahli:
Ø  Emshoff dan Simun (1970) Simulasi adalah sebagai suatu model sistem dimana komponennya di presentasikan oleh prosesor prosesor aritmatika dan logika yang di jalankan komputer untuk memperkirakan sifat sifat dinanamis sistem tersebut.
Ø  Shannon (1975) Simulai adalah merupakan proes perencanaan model dari sistem nyata yang dilanjutkan dengan pelaksanaan eksperimen terhadap model untuk mempelajari perilaku sistem atau evaluai strategi.
Ø  Banks dan Carson (1984) Simulasi adalah tiruan sistem nyata yang dikerjakan secara manual atau komputer, yang kemudian di observasi dan disimpulkan untuk mempelajari karakterisasi sistem.
·         Definisi simulasi
Dari pengertian menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa simulasi merupakan suatu model yang merupakan representasi tiruan dunia nyata yang bertujuan untuk mempelajari perilaku sistem atau evaluasi dari strategi sistem tersebut.

1.3 Klasifikasi Model


·      Dalam kehidupan nyata, model yang digunakan untuk mengenal suatu sistem dibedakan berdasar data yang diperoleh dan hal tersebut dibedakan menjadi : -Model Fisik, Didasarkan pada analogi dari sistem dengan sistem atribt atau field dari sistem didapatkan dari pengukuran dan Model Matematika Pada model ini, simbol dan bersamaan matematika digunakan untuk menggambarkan suatu sistem, atribut atau field direpresentasi oleh aktivitas setiap variabel yang dideklarasi dan kemudian dengan fungsi matematika dari seluruh variabel tesebut akan dhasilkan aktifitas yang diharapkan.
·         Dari penjabran model diatas disusun sebuah metode atau penyelesaian sebagai berikut: - Metode Analitis yang berarti memakai teori matematika deduktif untuk menyelesaikan model. Pengguna metode ini sangat tergantung pada kemamuan dalam menggunakan teori matematika dan - Metode numerik, melibatkan prosedur komputasi untk menyelesaikan persamaannya. Metode ini lebih mudah digunakan karena mhanya menggunakan data dengan teknik khusus, teknis khusus tersebut adalah simulasi.metode simulasi digunakan untuk meganalisis sistem yang lebih kompleks. Model simulasi dapat dipadukan dengan model numerik sehingga keduanya saing mendukung dalam manganalisis suatu jenis sistem yang kompleks.

1.4 Model Simulasi


·         Perilaku variabel yang ada pada sistem dapat diklasifiasi menjadi 2 jenis, yaitu discrete system(sistem dimana variabel variabelnya berubah haya pada sejumlah keadaan tertentu dan dapat dihitung pada saat tertentu. Dan continuous (sistem dimana varabel variabelnya berubah secara terus menerus karena terpengaruh oleh waktu).
·         Dalam menentukan kondisi sistem dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan pengoperasian baru atau new operating policy yang merupakan hasil dari mempelajari tingkah laku sistem dengan emahami hubungan antara kompunen didalam sistem guna memprediksikan kemampuanya.
·         Model merupakan representasi dari suatu sistem yang dikembangkan untuk tujuan pemecahan masalah dari sistem yang ada.
·         Model simulasi meruakan suatu perangkat uji coba yang menerapkan aspek penting termasuk data masa lalu, dalam alernatif tindakan yang mendukung pengambilan keputusan.
·         Model simulasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kompleks memiliki 5 langkah pokok : -Menentukan sistem atau permasalahan yang akan disimulasi; -Menentukan tujuan simulasi dan hal hal lain yang menjdukung terwujudnya model simulasi; -Pengembangan model simulasi dan uji terhadap kebenaran proses perhitungan yang ada didalamnya; -Menetukan model simulasi dengan menentukanlamanya simulasi dan uji; -Analisis hasil dari simulasi.

1.5 Alasan penggunaan Simulasi


·         Metode simulasi digunakan secara luas untuk kegiatan penganalisaan sebuah masalah guna mendapatkan hasil berdasarkan analisa yang telah ditemukan.

 

1.6 Permasalahan dimana simulasi menjadi alat bermanfaat

·         beberapa jenis permasalahan utama dimana simulasi dibangun menjadi alat yang bermanfaat yakni : Perancangan dan analisis sistem manufaktur, Evaluasi sistem persenjataan militer at au persyaratan militer lainnya, Penentuan persyaratan hardware atau protokol untuk jaringan komunikasi, Penentuan persyaratan hardware dan software untuk sistem komputer, Perancangan dan operasional sistem transfortasi seperti bandara udara, jalan tol, pelabuhan laut dan jalan bawah tanah, Evaluasi rancangan pada organisasi jasa seperti call center, restoran cepat saji, rumah sakit dan kantor pos, Reenginering pada pemilikan pabrik, Penentuan kebijakan pemesanan barang pada sistem inventori, Analisis keuangan atau sistem ekonomi, dan sebagainya.

BAB II

METODE SIMULASI


Bahasan BAB II : - Monte Carlo
 
Materi :

Monte Carlo

·         Monte carlo merupakan metode analisis numerik yang melibatkan pengambilan sampeleksperimen bilangan acak.
·         Model Monte Crlo merupakan bentuk simulasi probabilistik dimana solsi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses randominsasi (acak), dimana proses acak ini melibakan suatu distribusi probabbilitas dari variabel variabel data yang dikumpulkan berdasarkan data masa lalu mamupun distribusi probabilitas teoristis.
·         Langkah langkah simulasi monte carlo menurut Richard J Tersine [ I994:Hal:5II ] dalam buku Priciples Of Inventory and Materials Management adalah sebagai berikut :
-     Mendifinisikan distribusi probabilitas yang diketahui secarapasti dari data yang didapatkan dari pengumpulan data dimasa lalu. Disamping menggunakan data dari masa lalu, penentuan distribusi probabilitas juga berasal dari distribusi teriritis seperti distribusi binomial, distribusi poisson, distribusi normal, dan lain sebagainya.
-     Moengobservasi distribusi probablilitas kedalam bentuk frekuensi kumulatif. Distribusi probabilitas ini akan sigunakan sebagai dasar pengelompokan batas interval dari bilanan acak.
-     Menjalankan proses simulasi dengan menggunakan bilanga acak. Bilangan acak dikategorikan sesuai dengan rentan g distribusi probabilitas kumulatig fan variabel variabel yang digunakan dalam simulasi. Faktor faktor yang isatnya tidak pasti seringkali menggunakan bilanga acak untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya.banyak cara untuk mendapatkan bilangan acak, yakni menggunakan tabel perkalian acak, kalkulatorm komputer, dan lain lain.
-     Analisis yang dilakukan dari keluaran simulasi sebagai masukan bagi alternatif pemecahan masalah dan pengambilan kebijakan. Pihak manajemen dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi yang sean terjad dengan hasil simulasi.
·        Adapun langkah-langkah pembuatan model simulasi Monte carlo adalah sebagai berikut : - Formulasi masalah, dalam tahap ini ditentukan masalah apa saja yang akan dibahas dan ditentukan batasan-batasan masalah, - Pembuatan model simulasi Monte Carlo, dalam tahap ini kita membuat model dan menentukan parameter-parameter model, variabel, hubungan antar bagian model, - Pembuatan distribusi untuk variabel, dalam tahap ini kita menetapkan distribusi, - probabillitas untuk variabel-variabel utama. Dalam tahap ini juga menggunakan teori probabilitas, - Ubah distribusi probabilitas menjadi distribusi kumulatif. Hal ini untuk menentukan bahwa hanya satu variabel akan diasosiasikan dengan satu bilangan acak, - Simulasikan model. Dalam mensimulasikan model terlebih dahulu ditentukan Aplikasi aturan keputusan lalu Pembangkitan bilangan-bilangan acak, - Evaluasi strategi model. Pada tahapini kita melakukan evaluasi terhadap model apakah sudah menyerupai sistem nyata, - Periksa apakah diperlukan adanya perbaikan model. Pada tahap ini apabila ternyata diperlukan adanya pergantian model dikarenakan model tidak sesuai dengan sistem nyata, maka dilakukan perbaikan ( pengulangan ) formulasi masalah, - Keputusan. Keputusan diambil apabila model sudah sesuai dengan sistemnyata.
·        Contoh: Permintaan akan ban di toko ban “Benjol” selama 200 hari kebelakang terlihat di tabel berikut:
Tabel 1
Permintaan
Frekuensi
0
10
1
20
2
40
3
60
4
40
5
30
200 hari

Kita dapat merubah keadaan tersebut diatas menjadi distribusi kemungkinan (bila kita asumsikan tingkat penjuala dimasa lalu akan tetap bertahan sampai ke masa depan) dengan membagi tiap permintaan dengan total permintaan. Seperti pada tabel berikut:

Tabel 2
Variabel Permintaan
Kemungkinan terjadi
0
10/200 = 0.05
1
20/200 = 0.10
2
40/200 = 0.20
3
60/200 = 0.30
4
40/200 = 0.20
5
30/200 = 0.15
200/200 = 1.00

Konversi dari distribusi kemungkinan biasa, seperti pada kolom kanan tabel 2 menjadi distribusi kumulatif dilakukan dengan menjumlahkan tiap angka kemungkinan dengan jumlah sebelumnya seperti pada Tabel 3
Variabel Permintaan
Kemungkinan
Kemungkinan Kumulatif
0
0.05
0.05
1
0.10
0.15
2
0.20
0.35
3
0.30
0.65
4
0.20
0.85
5
0.15
1.00

Probabilitas kumulatif, digunakan pada tahap ke 3 untuk membantu menempatkan nilai random. Setelah kita menentukan probabilitas kumulatif untuk tiap variabel yan termasuk dalam simulasi, kita harus menentukan batas angka yang mewakili tiap kemungkinan hasil. hal tersebut ditujukan pada interval angka random. Penentuan interval didasari oleh kemungkinan kumulatif
Tabel 4
 Interval Angka Random Permintaan
Kemungkinan
Kemungkinan Kumulatif
Interval Angka Random
0
0.05
0.05
01 s/d 05
1
0.10
0.15
06 s/d 15
2
0.20
0.35
16 s/d 35
3
0.30
0.65
36 s/d 65
4
0.20
0.85
66 s/d 85
5
0.15
1.00
86 /d 100

Untuk membuat angka random kita bisa menggunakan software Microsoft Excel dengan menggunakan perintah Randbetween, misal untuk angka random dari 1100, kita tuliskan perintah: =randbetween(1,100) dan diulangi sejumlah baris yang diperlukan.

Kita bisa membuat simulasi dari sebuah eksperimen dengan mengambil angka random dari gambar diatas, misal kita akan membuat simulasi untuk 10 hari, kita ambil Kolom A1A10. Cara penentuan permintaan adalah dengan ditentukan oleh angka random. Contohnya bila angka random adalah 56, angka itu terletak pada interval 36 s/d 65 yang berarti permintaan 3 buah ban

Hari
Angka Random
Permintaan (Simulasi)
1
28
2
2
50
3
3
78
4
4
8
1
5
16
2
6
61
3
7
98
5
8
51
3
9
45
3
10
21
2
28


BAB III

ANTRIAN

Bahasan BAB II : - Model Antrian
 
Materi :

Model Antrian

·         Antri (queue)adalah kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Antrian terjadi karen adanya proses tunggu. Terdapat banyak hal yang menyebaban munculnya proses tunggu. Seperti menunggu di depan loket untuk mendapatkan tiket kereta api, menunggu antrian pada SPBU, dan lain sebagainya, dan situasi-situasi yang lain merupakan kejadian yang sering ditemui.
·         Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1913 dalam bukunya Solution of Some Problem in the Theory of Probability of Significance in Automatic Telephone Exchange.
·         Tujuan penggunaan teori antrian adalah untuk merancang fasilitas pelayanan, untuk mengatasi permintaan pelayanan yang berfluktuasi secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya (waktu nganggur) pelayanan dan biaya (waktu) yang diperlukan selama antri..
·         Sistem antrian terdiri dari:
Ø   Pemanggilan populasi (Calling population): Biasa tidak terbatas: jika sebuah unit keluar, tidak ada perubahan pada laju ketibaan/kedatangan.
Ø   Kedatangan/ketibaan: terjadi secara acak.
Ø   Mekanisme pelayanan: Sebuah unit akan dilayani dalam panjang waktu yang acak berdasarkan suatu distribusi probabilitas.
Ø   Kapasitas sistem: tidak ada batasan
Ø   Displin antrian
-           urutan layanan, misal, FIFO.
·         Ada beberapa disiplin antrian yang diketahui
-            Populasi masukan yang berarti berapa banyak pelanggan potensial yang masuk sistem antrian
-            Distribusi kedatangan menampilkan berapa banyak kedatangan /unit waktu dalam kurung waktu tertentu secara berurutan maupun dalam waktu yang berbeda
-            Disiplin pelayanan dengan meode pelayanan pelanggan menggunakan a. FCFS (first come, first served)
b. LCFS (last come, first served)
c. Acak
d. prioritas
-            Fasilitas Pelayanan, mengelompokkan fasilitas pelayanan menurut jumlah yang tersedia
a. Single-channel
b. multiple-channel
-            Distribusi Pelayanan
a.Berapa banyak pelanggan yang dapat dilayani per satuan waktu
b.Berapa lama setiap pelanggan dapat dilayani
-            Kapasitas sistem pelayanan, memaksimumkan jumlah pelanggan yang diperkenankan masuk dalam system
-            Karakteristik sistem lainnya, pelanggan akan meninggalkan sistem jika antrian penuh, dsb


Gambar sistem antrian

Diagram alir layan yang selesai dilayani

Contoh simulasi yang dilakukan dikelas :

·         Notasi yang dikenal dalam sistem antrian
Ø n          = jumlah pelanggan dalam sistem
Ø Pn       = probabilitas kepastian n pelanggan dalam sistem
Ø λ          = jumlah rata-rata pelanggan yang datang persatuan waktu
Ø µ          = jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani per satuan waktu
Ø Po       = probabilitas tidak ada pelanggan dalam sistem
Ø p          = tingkat intensitas fasilitas pelayanan
Ø L          = jumlah rata-rata pelanggan yang diharapkan dlm sistem
Ø Lq        = jumlah pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antrian
Ø W        = waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama dalam sistem
Ø Wq      = waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama menunggu 
                 dalam antrian
Ø 1/µ       = waktu rata-rata pelayanan
Ø 1/λ       = waktu rata-rata antar kedatangan
Ø S         = jumlah fasilitas pelayanan


BAB IV

METODE PERAMALAN


Bahasan BAB I : -   Deskripsi metode peramalan
-     Jenis Peramalan
-     Langkah peramalan
-     Metode deret waktu

4.1 Deskripsi metode peramalan

·         Peramalan dapat diartikan sebagai usaha untuk melihat situasi pada masa yang akan datang merupakan usaha untuk memperkirakan pengaruh situasi dan kondisi dimasa yang akan datang.
·         Dalam produksi, peramalan adalah suatu tingkat perkiraan permintaan untuk suatu produk atau beberapa produk dimalam kurung waktu tertentu dimasa yang akan datang.

4.2 Jenis Peramalan

·         Berdasarkan sifat, peramalan dikategorikan mejadi 2 macam teknik peramalan, yaitu:
Ø  Teknik kuantitatif, dimana pada teknik ini, pola histories data dignakan untuk mengekstapolasi masa yang akan datang. Hasil peramalan tergantung pada Metode yang digunakan. Dengan metode yang berbeda dapat memperoleh hasil yang berbeda pula.
Ø  Teknik kualitatif, digunakan apabila data masalalu tidak tersedia ataupun jika tersedia jumlahnya tidak mencukupi. Teknik ini mengkombinasikan informasi dengan pengalaman, penilaian, dan intuisi untuk menghasilkan pola-pola hubungan yang mungkin dapat diterapkan untuk membuat prediksi atas pendekatan akal sehat dalam menyaring informasi kedalam bentuk yang bermanfaat.
·         Sedangkan, dalam prakteknya, terdapat metode antara lain :
Ø  Time Series atau Deret Waktu merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya (independent variable), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun. Dalam analisis time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu. Metode peramalan ini terdiri dari :
    • Metode Smoting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi ketidakteraturan data masa lampau seperti musiman.
    • Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan jangka pendek.
    • Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
Ø  Causal Methods atau sebab akibat, merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
    • Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
    • Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
    • Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

4.3 Langkah-langkah peramalan

n     Definisikan tujuan peramalan.
n     Plot data (part family) masa lalu.
n    Pilih metode-metode yang paling memenuhi tujuan peramalan dan   sesuai dengan plot data.
n     Hitung parameter fungsi peramalan untuk masing-masing metode.
n     Hitung fitting error untuk semua metode yang dicoba.
n    Pilih metode yang terbaik, yaitu metode yang memberikan error paling kecil.
n     Ramalkan permintaan untuk periode mendatang
n     Lakukan verifikasi peramalan.

4.4 Metode Deret Waktu

·         Constant
 



Dimana
d’t = forecast untuk saat t
t = time
dt = demand pada saat t
n= jumlah data
·         Linier Trend




 



dimana
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
dt = demand pada saat t
n = jumlah data



·         Quadratic
 















·         Exponential

Keterangan:
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
e = exponential (konstanta)

persamaan transformasi logaritma :

Keterangan:
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
e = exponential (konstanta)
·         Moving Average
 



 Keterangan :
 n = jumlah perioda
 dt = demand pada bulan ke t

·         Exponential Smooting


Keterangan:
Ft+1 = Ramalan untuk periode berikutnya
Dt = Demand aktual pada periode t
Ft = Peramalan yg ditentukan sebelumnya untuk periode t
a = Faktor bobot
dengan, a besar, smoothing yg dilakukan kecil
a kecil, smoothing yg dilakukan semakin besar
a optimum akan meminimumkan MSE, MAPE 

BAB III

ANTRIAN

Bahasan BAB II : - Model Antrian
 
Materi :

Model Antrian

·         Antri (queue)adalah kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Antrian terjadi karen adanya proses tunggu. Terdapat banyak hal yang menyebaban munculnya proses tunggu. Seperti menunggu di depan loket untuk mendapatkan tiket kereta api, menunggu antrian pada SPBU, dan lain sebagainya, dan situasi-situasi yang lain merupakan kejadian yang sering ditemui.
·         Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1913 dalam bukunya Solution of Some Problem in the Theory of Probability of Significance in Automatic Telephone Exchange.
·         Tujuan penggunaan teori antrian adalah untuk merancang fasilitas pelayanan, untuk mengatasi permintaan pelayanan yang berfluktuasi secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya (waktu nganggur) pelayanan dan biaya (waktu) yang diperlukan selama antri..
·         Sistem antrian terdiri dari:
Ø   Pemanggilan populasi (Calling population): Biasa tidak terbatas: jika sebuah unit keluar, tidak ada perubahan pada laju ketibaan/kedatangan.
Ø   Kedatangan/ketibaan: terjadi secara acak.
Ø   Mekanisme pelayanan: Sebuah unit akan dilayani dalam panjang waktu yang acak berdasarkan suatu distribusi probabilitas.
Ø   Kapasitas sistem: tidak ada batasan
Ø   Displin antrian
-           urutan layanan, misal, FIFO.
·         Ada beberapa disiplin antrian yang diketahui
-            Populasi masukan yang berarti berapa banyak pelanggan potensial yang masuk sistem antrian
-            Distribusi kedatangan menampilkan berapa banyak kedatangan /unit waktu dalam kurung waktu tertentu secara berurutan maupun dalam waktu yang berbeda
-            Disiplin pelayanan dengan meode pelayanan pelanggan menggunakan a. FCFS (first come, first served)
b. LCFS (last come, first served)
c. Acak
d. prioritas
-            Fasilitas Pelayanan, mengelompokkan fasilitas pelayanan menurut jumlah yang tersedia
a. Single-channel
b. multiple-channel
-            Distribusi Pelayanan
a.Berapa banyak pelanggan yang dapat dilayani per satuan waktu
b.Berapa lama setiap pelanggan dapat dilayani
-            Kapasitas sistem pelayanan, memaksimumkan jumlah pelanggan yang diperkenankan masuk dalam system
-            Karakteristik sistem lainnya, pelanggan akan meninggalkan sistem jika antrian penuh, dsb


Gambar sistem antrian

Diagram alir layan yang selesai dilayani

Contoh simulasi yang dilakukan dikelas :

·         Notasi yang dikenal dalam sistem antrian
Ø n          = jumlah pelanggan dalam sistem
Ø Pn       = probabilitas kepastian n pelanggan dalam sistem
Ø λ          = jumlah rata-rata pelanggan yang datang persatuan waktu
Ø µ          = jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani per satuan waktu
Ø Po       = probabilitas tidak ada pelanggan dalam sistem
Ø p          = tingkat intensitas fasilitas pelayanan
Ø L          = jumlah rata-rata pelanggan yang diharapkan dlm sistem
Ø Lq        = jumlah pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antrian
Ø W        = waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama dalam sistem
Ø Wq      = waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama menunggu 
                 dalam antrian
Ø 1/µ       = waktu rata-rata pelayanan
Ø 1/λ       = waktu rata-rata antar kedatangan
Ø S         = jumlah fasilitas pelayanan


BAB IV

METODE PERAMALAN


Bahasan BAB I : -   Deskripsi metode peramalan
-     Jenis Peramalan
-     Langkah peramalan
-     Metode deret waktu

4.1 Deskripsi metode peramalan

·         Peramalan dapat diartikan sebagai usaha untuk melihat situasi pada masa yang akan datang merupakan usaha untuk memperkirakan pengaruh situasi dan kondisi dimasa yang akan datang.
·         Dalam produksi, peramalan adalah suatu tingkat perkiraan permintaan untuk suatu produk atau beberapa produk dimalam kurung waktu tertentu dimasa yang akan datang.

4.2 Jenis Peramalan

·         Berdasarkan sifat, peramalan dikategorikan mejadi 2 macam teknik peramalan, yaitu:
Ø  Teknik kuantitatif, dimana pada teknik ini, pola histories data dignakan untuk mengekstapolasi masa yang akan datang. Hasil peramalan tergantung pada Metode yang digunakan. Dengan metode yang berbeda dapat memperoleh hasil yang berbeda pula.
Ø  Teknik kualitatif, digunakan apabila data masalalu tidak tersedia ataupun jika tersedia jumlahnya tidak mencukupi. Teknik ini mengkombinasikan informasi dengan pengalaman, penilaian, dan intuisi untuk menghasilkan pola-pola hubungan yang mungkin dapat diterapkan untuk membuat prediksi atas pendekatan akal sehat dalam menyaring informasi kedalam bentuk yang bermanfaat.
·         Sedangkan, dalam prakteknya, terdapat metode antara lain :
Ø  Time Series atau Deret Waktu merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya (independent variable), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun. Dalam analisis time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu. Metode peramalan ini terdiri dari :
    • Metode Smoting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi ketidakteraturan data masa lampau seperti musiman.
    • Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan jangka pendek.
    • Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
Ø  Causal Methods atau sebab akibat, merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
    • Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
    • Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
    • Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

4.3 Langkah-langkah peramalan

n     Definisikan tujuan peramalan.
n     Plot data (part family) masa lalu.
n    Pilih metode-metode yang paling memenuhi tujuan peramalan dan   sesuai dengan plot data.
n     Hitung parameter fungsi peramalan untuk masing-masing metode.
n     Hitung fitting error untuk semua metode yang dicoba.
n    Pilih metode yang terbaik, yaitu metode yang memberikan error paling kecil.
n     Ramalkan permintaan untuk periode mendatang
n     Lakukan verifikasi peramalan.

4.4 Metode Deret Waktu

·         Constant
 



Dimana
d’t = forecast untuk saat t
t = time
dt = demand pada saat t
n= jumlah data
·         Linier Trend

dimana
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
dt = demand pada saat t
n = jumlah data



·         Quadratic


·         Exponential

Keterangan:
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
e = exponential (konstanta)

persamaan transformasi logaritma :

Keterangan:
d’t = Forecast untuk saat t
a = intercept
b = kemiringan garis
t = time (independent variable)
e = exponential (konstanta)
·         Moving Average
 



 Keterangan :
 n = jumlah perioda
 dt = demand pada bulan ke t

·         Exponential Smooting


Keterangan:
Ft+1 = Ramalan untuk periode berikutnya
Dt = Demand aktual pada periode t
Ft = Peramalan yg ditentukan sebelumnya untuk periode t
a = Faktor bobot
dengan, a besar, smoothing yg dilakukan kecil
a kecil, smoothing yg dilakukan semakin besar
a optimum akan meminimumkan MSE, MAPE 



Note : Maaf yah buat gambarnya tidak disediakan, untuk lebih lengkap mngkin bisa browsing lagi, hehe :) trima kasih sudah berkunjung....

Komentar