MAKALAH
JARINGAN
KOMPUTER
OLEH
NAMA :
ANDI NIKMA SRI HANDAYANI
NIM :
2014-31-082
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur Allah SWT atas segala
rahmat dan hidayah yang diberikan kepada
penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Jaringan
Komputer ( Transort Layer Protocol dan Hypertext Transfer protocol
&Asynctyonous Transfer Mode (ATM)) .
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna . Namun demikian penulis telah berupaya dengan
segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga
dapat selesai dengan baik, oleh karena itu penulis dengan tangan terbuka menerima masukan
saran dan usul guna menyempurnakan makalah ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Jakarta,31
Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................
DAFTAR
ISI....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
....................................................................................
B. Rumusan Masalah
.............................................................................................
C. Batasan Masalah.................................................................................................
D. Tujuan Penulisan.................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1. Transport
Layer Protocol . .. .
..................................................................
1.1. Pengertian Jenis-jenis Protokol.............................................................
1.2 perbedaan tcp ( transmission control protocol ), udp user
datagram protocol dan sctp (stream control tranmission
protocol)........ .
2.
asynchronous transfer mode
(atm).................................................................
2.1 pengertian asynchronous
transfer mode (atm)............................................
2.2 konsep dasar
asynchronus transfer mode (atm)........................................
BAB III PENUTUP
Kesimpulan.............................................................................................................
Daftar
Pustaka.................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada masa sekarang , Teknologi bukanlah
menjadi tren semata , tetapi telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari
hari . Teknologi telah banyak mengambil peranan penting dalam segalaa aspek kegiatan
masyarakat , bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan ini berhubungan dengan
teknologi dalam hal ini adalah komputer . Perkembangan
teknologi jaringan komputer khususnya
sekarang ini semakin pesat seiring
dengan kebutuhan masyarakat akan layanan yang memanfaatkan jaringan komputer.
Dalam jaringan komputer banyak hal yang harus dipelajari agar sebuah komputer
dapat terhubung dengan komputer lain secara benar.
Pada kesempatan ini pembahasan akan
difokuskan kepada 2 sub bab yang sering menjadi pembahasan dalam jaringan
komputer . adapun yang akan dibahas kali
ini difokuskan pada transport layer yang ada pada jaringan komputer serta Asynchronous Transfer Mode atau Mode
Transfer Asinkro.
Pada sistem jaringan komputer, Transport Layermenyediakan layanan end-to-end komunikasi untuk aplikasi dalam arsitektur berlapis komponen
jaringan dan protokol. Lapisantransport menyediakan layanan yang nyaman seperti dukungan arus data connection-oriented, keandalan, kontrol aliran,
danmultiplexing. Protokol transport yang paling terkenal adalahTransmission
Control Protocol (TCP). Hal ini meminjamkan
namanya menjadi judul seluruh Internet Protocol Suite, TCP / IP. Hal ini digunakan untuk transmisi connection-oriented, sedangkan Datagram Pengguna connectionless Protocol (UDP) digunakan untuk transmisi
pesan sederhana. TCP merupakan protokol lebih kompleks, karena desain yang
menggabungkan stateful transmisi yang handal dan layanan data stream.
Asynchronous
Transfer Mode atau Mode
Transfer Asinkron(disingkat ATM)
adalah nama sebuah jaringan khusus dimana menggunakan teknologi switching dan multiplexing,dimaksudkan
untuk memindahkan berbagai jenis trafik (data, suara, video, audio) dengan
cepat dan efisien. Circuit switching umumnya mensyaratkan bahwa paket di set ke
posisi dalam frame berulang, misalnya sinkron dalam waktu, langkah, sesuai
dengan aplikasi dan/atau jam jaringan.
Transmisi Asynchronous memungkinkan sel-sel yang akan diposisikan di mana saja
dalam data stream. ATM memungkinkansirkuit dengan bandwidth
terjamindan persyaratan yang berbeda yang akan dibentuk secarabersamaanLayanan.
Kualitas (QoS) dapat diatur dan ditetapkan pada tahapkoneksimenggunakan
parameter seperti delay, jitter delay dan tingkat kesalahanberdasarkanaplikasi
dan negara jaringan pada saat koneksi. Dua prioritas untuk lalu lintas
didefinisikan;prioritas tinggi dan prioritas rendah. lalu lintas rendah akan
diabaikan jika ada masalahkemacetan saklar. ATM Meskipun bukan jenis jaringan
broadcast, multicastdidukung untukaplikasi seperti suara dan video
conferencing.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas ,
ditemukan rumusan m asalah sebagai berikut :
1 Apa yang dimaksud Transport
layer Protocol
2
Apa saja Jenis-jenis Transport layer protocol yang ada
3
Bagaimana Konsep dasar Asynchronous Transfer
Mode (ATM)?
4
Bagaimana
Proses kerja ATM protokol layer?
C. Batasan
masalah
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka sangat perlu
dilakukan pembatasan masalah agar tidak terjadi pelebaran masalah. Adapun
masalah yang dikaji adalah tentang “ Penjelasan mendasar mengenai Transport
Layer Protocol dan Asynchronous Transfer Mode (ATM ”
D. Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah agar pembaca
dapat mengetahui:
1
Pengertian
Transport Layer Protocol serta jenis-jenisnya.
2
Dapat memahami perbedaan atar jenis-jenis Transport
Layer Protocol dan bagaimana cara kerja
masing-masingnya.
3
Mengetahui
apa itu Asynchronous Transfer Mode (ATM).
4
Mengetahui
konsep dasar dan Proses kerja dari ATM (Asynchronous Transfer Mode).
BAB II
PEMBAHASAN
1. Transport Layer Protocol
1.1. Pengertian
Jenis-jenis Protokol
a. Simple Protocol
Simple Protocol merupakan yang paling sederhana
di dalam transport layer. Pada simple protocol tidak terdapat Flow Control dan Error Control. Penerima (receiver) ataupun dalam hal ini tujuan (destination)
diasumsikan dapat menangani paket apapun yang diterimanya, tanpa perlu adanya Flow Control danError Control.
Sebagaimana proses yang terjadi untuk
setiap layer pada jaringan komputer (di setiap komputer, baik di sisi pengirim
maupun penerima), maka pada Simple Protocol juga terjadi hal yang sama.
Tanpa adanya proses Flow Control dan Error Control, maka paket yang dikirimkan dari komputer pengirim akan diterima
dari layer teratas (Aplication Layer) ke layer-layer di bawahnya (Transport
Layer hingga ke Physical Layer), untuk kemudian diterima oleh
komputer penerima dari layer terbawah (Physical Layer) menuju ke Layer teratas (Application
Layer). Dan tentu saja terjadi proses Encapsulation dan Decapsulationdidalamnya (baik di sisi
pengirim maupun di sisi penerima).
b. Stop and Wait Protocol :
Stop and Wait Protocols merupakan protocol di dalamTransport
Layer yang menerapkan proses Flow Control danError Control dengan baik sebab memiliki kendali control dalam bentuk Flow Control dan Error Control, juga bersifat Unidirectional (satu arah).Pada Stop and Wait Protocols ini, komputer pengirim (sender) atau komputer asal (source)
mengirimkan satu buah paket data pada satu waktu, kemudian berhenti (stop)
dan menunggu (wait) sampai sebuah Akcnowledgement (ACK) diterima. Jika Akcnowledgement (ACK) telah diterima, maka akan dilanjutkan ke proses pengiriman
paket data selanjutnya. Demikianlah proses berulang hingga paket terkirim
dengan sempurna dan diterima dengan baik oleh penerima (receiver) atau
komputer tujuan (destination).Stop and Wait Protocols ini menerapkan konsepConnection Oriented dengan baik sekali. Untuk setiap pengiriman paket, akan diawali
dengan kondisi (state) berupa Start (mulai). Kemudian dari sisi penerima
akan mengirimkan ACK, sehingga kondisi menjadi Wait (tunggu). Dalam hal ini,
dilakukan pengecekan apakah checksum sudah benar dan paket yang dikirimkan
tidak rusak (corrupt). Apabila paket rusak atau tidak benar, maka paket
akan dibuang dan dikirimkan ulang kembali dari pengirim. Apabila paket sudah
benar dan tidak rusak, maka kondisi menjadi Stop (berhenti).
c. Go Back Protocol
Stop and Wait Protocol telah mampu memperbaiki
kekurangan yang dimiliki oleh Simple Protocol dalam hal penyediaan Flow Control dan Error Control, terkait dengan pengiriman paket didalam jaringan komputer. Namun Stop and Wait Protocolmasih memiliki kekurangan,
yaitu hanya mampu mengirim sebuah paket terlebih dahulu untuk kemudian menunggu
adanyaAcknowledgement (ACK), dan mengkonfirmasikan
bahwa paket telah terkirim dan sampai tujuan dengan baik secara satu per satu.
d. Piggyback Protocol
Protocol yang besifat Bidirectional (dua arah). Ini berarti sesuai dengan kondisi di dunia nyata,
yaitu dari client (komputer pengirim/sumber/source) ke server (komputer penerima/tujuan/destination)
dan dari server ke client (untuk paket dan sekaligus
ACK). Saat sebuah paket dikirim dari serverke client, maka otomatis akan dikirimkan juga Acknowledgment(ACK) dari client ke server. Demikian pula, ACK
jugadikirimkan dari server ke server.
e. Selective Repeat Protocol
Selective
Repeat (SR) Protocol merupakan protokol perbaikan
kinerja dari Go Back N (GBN) protokol yang diciptakan dalam Transport Layer. Sebagaimana namanya,Selective
Repeat (SR) Protocol memiliki kemampuan untuk memilah secara selektif semua paket yang
akan ditransfer di dalam jaringan secara berulang-ulang. Apabila ada paket yang
rusak atau hilang selama proses transfer, maka paket tersebut akan dikirim
ulang. Itu sebabnya, pada Selective Repeat (SR)Protocol terdapat 2 buah windows. Windows dalam hal ini dimaksudkan
sebagai kotak virtual untuk menyimpan sequence number (nomor urut) dari paket-paket yang dikirim maupun diterima pada
jaringan komputer. Kedua windows tersebut terdiri atas Send Windows dan Receive Windows. Dengan kata lain Selective Repeat (SR) Protocol akan mengirimkan ulang paket yang rusak atau hilang saja. Paket
yang diketahui rusak atau hilang ini merupakan hasil seleksi secara selektif
olehSelective Repeat (SR) Protocol yang dilakukan secara berulang
– ulang.
1.2 Perbedaan TCP ( Transmission
Control Protocol ), UDP User Datagram
Protocol dan
SCTP (Stream Control Tranmission Protocol).
1 TCP (Transmission Control
Protocol )
Transmission
Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan
komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network(jaringan). TCP merupakan suatu
protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model
referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented)
dan dapat diandalkan (reliable). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi
yang membutuhkan keandalan data.
Kelebihan
TCP/IP
Beberapa
kelebihan TCP/IP dibandingkan protokol yang lain :
a. TCP/IP
adalah protokol yang bisa diarahkan. Artinya ia bisa mengirimkan datagram
melalui rute-rute yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini dapat mengurangi
kepadatan lalu lintas pada jaringan, serta dapat membantu jika jaringan
mengalami kegagalan, TCP/IP dapat mengarahkan data melalui jalur lain.
b. Memiliki mekanisme pengiriman
data yang handal dan efisien.
c. Bersifat open platform atau platform independent yaitu tidak terikat oleh jenis perangkat keras atau perangkat
lunak tertentu.
d. Karena sifatnya yang terbuka,
TCP/IP bisa mengirimkan data antara sistem-sistem komputer yang berbeda yang
menjalankan pada sistem-sistem operasi yang berbeda pula.
e. TCP/IP terpisah dari perangkat
keras yang mendasarinya. Protokol ini dapat dijalankan pada jaringan Ethernet, Token ring, X.25, dan bahkan melalui sambungan
telepon.
f. TCP/IP menggunakan skema pengalamatan
yang umum, maka semua sistem dapat mengirimkan data ke alamat sistem yang lain.
Kegunaan
TCP
Beberapa
kegunaan dari TCP yaitu :
a. Menyediakan komunikasi logika
antar proses aplikasi yang berjalan pada host yang berbeda
b. protokol transport berjalan pada end systems
c. Pengiriman file (file
transfer).
d. Remote login.
e. Computer mail. Digunakan untuk
menerapkan sistem elektronik mail.
f. Network File System (NFS).
g. remote execution
h. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat RFC 822 dan 823 yg
menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yg bertujuan untuk menentukan
nama host di internet.).
Contoh aplikasi yang menggunakan protocol TCP
1. TELNET
2. FTP (File Transfer Protocol)
3. SMTP (Simple Mail Transfer
Protocol)
2) UDP (User Datagram Protocol )
UDP,
singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung
komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless)
antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
Karakteristik dari UDP
a. Connectionless (tanpa koneksi.
b. Unreliable (tidak andal
c. UDP menyediakan mekanisme untuk
mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu
di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
d. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap
keseluruhan pesan UDP
Kegunaan
UDP
UDP
sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
a. Protokol yang “ringan” (lightweight):
Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol
yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar
pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan
aplikasi Domain Name System.
b. Protokol lapisan aplikasi yang
mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi
menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan
yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti
ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
c. Protokol yang tidak membutuhkan
keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol(RIP).
d. Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol
yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuahhost tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat
mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamatmulticast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat
mengirimkan transmisi one-to-one.Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name
Service.
Kelemahan
UDP
a. UDP tidak menyediakan mekanisme
penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugasbuffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan
aplikasi yang berjalan di atas UDP.
b. UDP tidak menyediakan mekanisme
segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi
dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di
atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari
nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data
tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan
nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa
fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
c. UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh
TCP.
Contoh
aplikasi yang menggunakan protocol UDP
1. DNS (Domain Name System)
2. SNMP (Simple Network
Management Protocol)
3. TFTP (Trivial File Transfer
Protocol)
4. SunRPC
3. SCTP (Stream Control Tranmission Protocol)
SCTP adalah
perkembangan teknologi dari TCP (Transmission Control Protocol) atau dapat
disebut juga sebagai ‘super TCP’. SCTP dirancang untuk memenuhi kebutuhan
penggunaan yang lebih luas dibandingkan dengan yang dapat diberikan oleh TCP
dimana SCTP merupakan suatu layer yang terletak antara layer user adaptation
dan layer IP di dalam protokol Sigtran. Layer ini dirancang untuk menyediakan
aplikasi protokol transmisi. Berikut ini adalah selengkapnya layer SCTP. Di
dalam SCTP segala pesan akan dipotong-potong kedalam paket –paket yang lebih
kecil oleh SCTP Data Chunk. Data Chunk ini akan dikirimkan ke SCTP Packet untuk
digabungkan dengan Control Chunk menjadi sebuah paket SCTP tunggal. Paket
tersebut akan dikirimkan ke MGC melalui jaringan IP. Di penerima (MGC)
paket-paket data tersebut akan dipisahkan kembali menjadi kumpulan data dan
control. Kumpulan data tersebut
akan disusun kemali sesuai pesan/informasi aslinya.
Berbeda dengan TCP yang hanya mempunyai satu stream. Di SCTP terdapat
multi stream sehingga bisa mengirim data lebih banyak. Dengan fitur SCTP yang
multihoming sehingga dapat meminimalisasi paket retransmisi yang akan mengatasi
delay. Dikarenakan SCTP mempunyai multistream maka SCTP memakan bandwidth yang
lebih banyak dari TCP sehingga untuk jaringan yang mempunyai sumber daya
terbatas justru SCTP akan menyebabkan sering terjadinya error. Pada tugas akhir
ini akan dianalisa perbandingan performansi SCTP dengan TCP sebagai protocol
transport untuk FTP. Analisa dilakukan dengan membuat sebuah FTP server dan FTP
client baik dengan TCP atau SCTP.
Hasil analisa dari simulasi didapatkan bahwa trafik yang rendah delay TCP lebih bagus dari SCTP, tetapi pada trafik yang tinggi delay SCTP lebih kecil. Throughput yang dihasilkan hanya ada sedikit perbedaan nilai, sedangkan jitter dan packet loss dari SCTP cukup besar.
Hasil analisa dari simulasi didapatkan bahwa trafik yang rendah delay TCP lebih bagus dari SCTP, tetapi pada trafik yang tinggi delay SCTP lebih kecil. Throughput yang dihasilkan hanya ada sedikit perbedaan nilai, sedangkan jitter dan packet loss dari SCTP cukup besar.
Common header SCTP berukuran 12 bytes, yang terdiri dari: alamat port sumber dan port tujuan masingmasing sebesar 16 bit, tag verifikasi (32 bit) dan checksum (32 bit). Alamat port sumber (source) menyatakan identifikasikan asal paket, sedangkan alamat port tujuan adalah alamat penerima/tujuan paket SCTP. Setiap endpoint menggunakan tag verifikasi untuk
mengidentifikasikan asosiasi dimana penerima melakukan validasi terhadap pengirim paket SCTP. Istilah asosiasi menggambarkan koneksi antara dua endpoints. Checksum digunakan untuk menjaga data integrity dan menghindari duplikasi. Setiap chunk SCTP berukuran 8 bytes yang terdiri dari Field Type, Flags, Length dan User Data. Field Type digunakan untuk membedakan antara tipe chunk data atau chunk kontrol. Terdapat 13 macam chunk yang digunakan sebagai standar chunk SCTP [3]. Field Flag digunakan untuk menentukan bit mana yang akan digunakan dalam koneksi. Field Length digunakan untuk menentukan panjang chunk. Field data segment mengandung payload data setiap chunk.
Proses aliran data dalam SCTP
Di dalam SCTP segala
pesan akan dipotong-potong kedalam paket –paket yang lebih kecil oleh SCTP Data
Chunk. Data Chunk ini akan dikirimkan ke SCTP Packet untuk digabungkan dengan
Control Chunk menjadi sebuah paket SCTP tunggal. Paket tersebut akan dikirimkan
ke MGC melalui jaringan IP. Di penerima (MGC) paket-paket data tersebut akan
dipisahkan kembali menjadi kumpulan data dan control. Kumpulan data tersebut
akan disusun kemali sesuai pesan/informasi aslinya.
Perbedaan
antara TCP dan UDP
|
|
TCP
|
UDP
|
|
PROTOCOL
|
- TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang
berorientasi koneksi(Connection oriented).
- Protokol TCP menggunakan jalur datafull duplex yang berarti antara kedua hostterdapat dua buah jalur,
jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.
|
-
UDP
mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi). Data yang dikirimkan dalam bentukpacket tidak harus melakukan call setup seperti pada TCP. Data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai
datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak
berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan
|
|
PORT
|
Port
– port yang digunakan dalamtransport
layermenggunakan 16-bitinteger (0 –
65535), dengan satu sama lain harus berbeda (unique).
|
Port dalam UDP menggunakan 16-bit integer,port – port yang bisa digunakan adalah antara 1 sampai 65535. Port – portyang digunakan dibagi menjadi
3 bagian yaitu well-known port ( antara 1 – 1023), registered port ( 1024 – 49151 ) dan ephemeral port( 49152 – 65535 ).
|
|
KOMUNIKASI
|
Memungkinkan
sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu
jaringan.
|
Kurang
andal dalam komunikasi tanpa koneksi antara host-host dalam jaringan yang
menggunakan TCP/IP.
|
2. ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM)
2.1 PENGERTIAN ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM).
Asynchronous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron,
yaitu masing-masing pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock)
yang tersinkronisasi. Asynchronous Transfer Mode (ATM) Kata adalah teknologi
switching dan multiplexing, dimaksudkan untuk memindahkan berbagai jenis trafik
(data, suara, video, audio) dengan cepat dan efisien. Circuit switching umumnya
mensyaratkan bahwa paket di set ke posisi dalam frame berulang, misalnya
sinkron dalam waktu, langkah, sesuai dengan aplikasi dan / atau jam
jaringan. Transmisi Asynchronous memungkinkan sel-sel yang akan diposisikan di
mana saja dalam data stream.
Dengan kata lain ATM merupakan sebuah teknologi lapisan 2, yang dapat
digunakan oleh siapa saja, namun sekaligus merupakan sebuah jaringan publik
sebagaimana halnya Internet, dengan sistem pengalamatan yang dikelola secara
rapi, sehingga setiap perangkat di dalam jaringan dapat memiliki sebuah
identitas yang unik. Secara teknis, ATM dapat dianggap suatu evolusi dari
packet switching. Seperti transfer data pada packet switching ATM
mengintegrasikan fungsi multiplexing dan switching. Dengan ukuran sel data yang
tetap dan kecil, memungkinkan switching pada kecepatan dengan throughput
tinggi. Dengan delay yang sangat kecil dan waktu interval yang tetap antar sel
data, memungkinkan aplikasi suara dan video dikirim lewat LAN dan berbagai
jenis tipe data yang berbeda digabungkan dalam network yang sama. Walaupun ATM
tidak mencapai kecepatan Gigabit di atas network, feature delay dan waktu interval
menjadikannya teknologi potensial untuk LAN kecepatan tinggi membawa aplikasi
multimedia.
ATM memungkinkan sirkuit dengan bandwidth terjamin dan persyaratan yang
berbeda yang akan dibentuk secara bersamaan Layanan. Kualitas (QoS) dapat
diatur dan ditetapkan pada tahap koneksi menggunakan parameter seperti delay,
jitter delay dan tingkat kesalahan berdasarkan aplikasi dan negara jaringan
pada saat koneksi.Dua prioritas untuk lalu lintas didefinisikan; prioritas
tinggi dan prioritas rendah. lalu lintas rendah akan diabaikan jika ada masalah
kemacetan saklar. ATM Meskipun bukan jenis jaringan broadcast, multicast
didukung untuk aplikasi seperti suara dan video conferencing. ATM bekerja pada
model topologi Bintang, dengan menggunakan Kabel fiber optic ataupun kabel
twisted pair. ATM pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih
LAN. dia juga banyak dipakai oleh Internet Service Providers (ISP) untuk
meningkatkan kecepatan akses Internet untuk klien mereka.
2.2 KONSEP DASAR ASYNCHRONUS TRANSFER MODE (ATM)
ATM adalah suatu mode transfer yang berorientasi pada bentuk paket yang
spesifik, dengan panjang tetap, berdasarkan system Asynchronous Time Division
Multiplexing (ATDM), menggunakan format dengan ukuran tertentu yang disebut
sel. Informasi yang terdapat didalam sel ditransmisikan dalam jaringan setelah
Sebelumnya ditambahkan header diawal sel yang berfungsi sebagai routing dan
control sel.
ATM bersifat service
independence semua service (suara, data serta gambar/citra) dapat
ditransmisikan melalui ATM dengan cara penetapan beberapa tipe ATM Adaptation
Layer (AAL). AAL berfungsi mengubah format informasi yang asli kedalam format
ATM sehingga dapat ditransmisikan. ATM dapat diimplementasikan di jaringan yang
ada sekarang dengan tiga cara, diurut dari yang paling mudah ke yang paling
sukar adalah Native ATM APIs, Classical IP dan Address Resolution Protocol dan
LANE Native ATM APIs.
Classical IP dibatasi untuk jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP.
Sedangkan LANE dapat menggunakan protokol apa saja. LANE beroperasi di lapisan
kedua dari OSI, yaitu lapisan link data. LANE mengizinkan aplikasi dan protokol
yang ada saat ini beroperasi tanpa perubahan saat diterapkan ATM. Ini berarti
perusahaan tidak perlu membuang/mengganti aplikasi dan infrastruktur jaringan
yang telah ada. Sedangkan kebanyakan jaringan memiliki beberapa protokol saat
mengimplementasikan ATM. Akibatnya banyak perusahaan di Amerika Serikat yang
menggunakan ATM. Pada ATM seluruh informasi yang akan ditransfer akan dibagi
menjadi slot-slot dengan ukuran tetap yang disebut cell. Ukuran cell pada ATM
adalah 53 octet (1 octet = 8 bits) yang terdiri dari :48 octet untuk filed
informasi.5 octet untuk HEADER.
Sel-sel ATM terdiri dari: 5 byte HEADER dan 48 byte INFORMASI UNI cell ATM
terdiri dari: GFC, VPI, VCI, PT, CLP, HEC dan informasi. NNI cell ATM
terdiridari: VPI, VCI, PT, CLP, HEC dan informasi.
CARA KERJA ATM
Cara kerja ATM adalah dengan memotong-motong dan menggabungkan kembali
berbagai tipe trafik informasi tersebut (voice, video dan data) dalam format
sel berukuran 53 byte melalui saluran fisik yang sama. Proses tersebut
dinamakan statistical multiplexing. Masing sel terdiri dari 48 byte payload
(berisi informasi) dan 5 byte header (berisi alamat dan routing).
2.3 KARAKTERISTIK ATM
Ø
Pada basis link to link tidak menggunakan proteksi error dan flow
control.Pada ATM proteksi error dapat diabaikan karena didasarkan saat ini
link-link dalam network memiliki kualitas yang sangat tinggi, sehingga error
control cukup dilakukan end to end saja. Flow control juga tidak dilakukan
dalam ATM network karena dengan pengaturan alokasi resource dan dimensioning
queue yang tepat maka kejadian queue overflow yang menyebabkan hilangnya paket
dapat ditekan. Sehingga probabilitas packet loss antara 10-8 sampai dengan
10-12 dapat dicapai.
Ø
ATM beroperasi pada connection oriented mode Sebelum informasi ditransfer
dari terminal ke network, sebuah fase setup logical / virtual connection harus
dilakukan untuk menyediakan resource diperlukan. Jika resource tersedia tidak
mencukupi maka connection dari terminal akan dibatalkan. Jika fase transfer
informasi telah selesai, maka resource yang telah digunakan akan dibebabskan
kembali. Dengan menggunakan connection-oriented ini akan memungkinkan network
untuk menjamin packet loss yang seminim mungkin.
Ø
fungsi header untuk menjamin
pemrosesan yang cepat dalam network, maka ATM header hanya memiliki fungsi yang
sangat terbatas. Fungsi utama dari header adalah untuk identifikasi virtual
connection (virtual connection identifier =VCI) yang dipilih pada saat
dilakukan call setup dan menjamin routing yang tepat untuk setiap paket didalam
network serta memungkinkan multiplexing dari virtual connection – virtual
connection berbeda melalui satu link tunggal. Selain fungsi VCI, sejumlah
fungsi lain yang sangat terbatas juga dilakukan oleh header, terutama terkait
dengan fungsi pemeliharaan. Karena fungsi header diabatasi, maka implementasi
header processing dalam ATM node sangat mudah / sederhana dan dapat dilakukan
pada kecepatan yang sangat tinggi (150 Mbps sampai 2.5 Gbps) dan hal ini akan
menyebabkan processing delay dan queuing delay yang rendah.
Ø
Lapisan Protokol ATM Lapisan
tertinggi terdapat aplikasi tertentu seperti TCP di lapisan penghantaran dan IP
di lapisan rangkaian. Lapisan ATM Adaptation berfungsi sebagai penyesuai antara
paket-paket data di lapisan tertinggi dengan (Higher-layer) dengan lapisan ATM
(ATM Layer). ATM Layer merupakan lapisan digunakan untuk menyambungkan
protokol. Lapisan Fisik melibatkan spesifikasi media transmisi dan skema
pengkodean sinyal. Rate data yang ditetapkan pada lapisan fisik berkisar mulai
dari 25,6 Mbps sampai 622,08 Mbps.
Ø
Panjang filed informasi dalam satu
cell relatif kecil Hal ini dilakukan untuk mengurangi ukuran buffer internal
dalam switching node, dan untuk membatasi queuing delay yang terjadi pada
buffer tersebut. Buffer yang kecil akan menjamin delay dan delay jitter rendah,
hal ini diperlukan untuk keperluan service-service real time.
2.4 PROSES KERJA ATM PROTOKOL LAYER
Blok-blok data dengan berbagai ukuran yang dihantarkan oleh pengguna dari
lapisan tertinggi akan dihantar kembali ke ATM Adaptation Layer (AAL),
dimana pada proses ini header, trailer, padding octets, dan Cyclic
Redundancy Check(CRC)bit bergantung pada syarat-syarat tertentu pada tiap
blok-blok data.
Setiap blok data akan
dipecahkan ke dalam beberapa blok data yang lebih kecil yang kemudiannya akan
dikapsulkan kepada 53 sel oktet di lapisan ATM.Data inilah yang nantinya akan
dihantar ke destinasi yang diinginkan.
Model referensi protokol melibatkan tiga taraf yang berbeda:
1
Taraf pemakai: tersedia untuk transfer informasi pemakai, bersama-sama
dengan kontrol-kontrol yang terkait.
2
Taraf kontrol: menampilkan fungsi-fungsi kontrol panggilan dan kontrol koneksi
3
Taraf manajemen: menampilkan fungsi-fungsi manajemen yang berkaitan dengan
sistem secara keseluruhan
2.5 KEUNTUNGAN ASYNCHRONUS
TRANSFER MODE (ATM)
ATM mampu menangani
semua jenis trafik komunikasi (voice, data, image, video, suara dengan kecepatan
tinggi, multimedia dans ebagainya) dalam satu saluran dan dengan kecepatan
tinggi). ATM dapat digunakan dalam Local Area Network dan Wide Area Network
(WAN). Dalam pembangunan LAN, penggunaan ATM dapat menghemat biaya karena
Pemakai yang akan menghubungkan dirinya dengan system ATM LAN dapat menggunakan
adapter untuk menyediakan kecepatan transmisi sesuai dengan bandwidth yang
mereka butuhkan.
.BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Transmission
Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan
komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network(jaringan). TCP merupakan suatu
protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model
referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented)
dan dapat diandalkan (reliable). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi
yang membutuhkan keandalan data.
UDP,
singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi
yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless)
antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
SCTP adalah perkembangan teknologi dari TCP (Transmission Control Protocol)
atau dapat disebut juga sebagai ‘super TCP’. SCTP dirancang untuk memenuhi
kebutuhan penggunaan yang lebih luas dibandingkan dengan yang dapat diberikan
oleh TCP dimana SCTP merupakan suatu layer yang terletak antara layer user
adaptation dan layer IP di dalam protokol Sigtran. Layer ini dirancang untuk
menyediakan aplikasi protokol transmisi.
Asynchronous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron,
yaitu masing-masing pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock)
yang tersinkronisasi. Asynchronous Transfer Mode (ATM) Kata adalah teknologi
switching dan multiplexing, dimaksudkan untuk memindahkan berbagai jenis trafik
(data, suara, video, audio) dengan cepat dan efisien. Circuit switching umumnya
mensyaratkan bahwa paket di set ke posisi dalam frame berulang, misalnya
sinkron dalam waktu, langkah, sesuai dengan aplikasi dan / atau jam
jaringan. Transmisi Asynchronous memungkinkan sel-sel yang akan diposisikan di
mana saja dalam data stream
Daftar Pustaka
Harianto, Bambang. 2007. Sistem Operasi.Bandung:
Informatika Bamdung
Pratama, I Putu Agus. () : HANDBOOK JARINGAN KOMPUTER.
INFORMATIKA.
Komentar
Posting Komentar